Posted by: taufiqulmujib | 23 January 2010

Tugas Pemuda

Sepuluh tahun lebih reformasi berjalan. Namun, kekuatan politik nasional masih bercorak oligarkis. Lantas, beberapa anak muda mendeklarasikan diri untuk memimpin.

Proses pelembagaan demokrasi di aras negara, tidak berhasil diakses oleh gerakan kaum muda, sehingga berjalan dalam basa-basi transisi dan demokrasi prosedural yang elitis. Pemilu sebagai upaya pengejawantahan pelembagaan kedaulatan rakyat, ternyata berbalik arah pada terciptanya oligarki kekuasaan dan politik personal elit. Konflik di antara mereka mengakibatkan reformasi dan demokratisasi tersendat, karena negara dalam situasi perebuatan kekuasaan terus menerus (otonomi relatif).

Situasi ini menyebabkan; pertama, gaya elitis, di mana partai tidak mengaspirasikan kepentingan basis konstituennya, apalagi kelompok masyarakat lainnya. Aliansi antar partai atau kekuatan politik oligarkis cenderung melahirkan persekutuan tidak suci dalam rangka saling menjaga kepentingan masing-masing. Kedua, terdapat karakter kekuasaan negara yang berbeda dengan kelompok pendukungnya, karena adanya fenomena personalisasi politik dan negara dalam situasi otonomi relatif. Ini berdampak pada upaya penstabilan kekuasaan yang berseberangan dengan basis dan mengundang kekuatan modal.

Kaum muda bukan debt collector sejarah!
Kondisi ini menuntut kaum muda untuk juga melakukan refleksi gerakan dan bukan menjadi debt collector sejarah dengan menagih pengakuan historis bahwa pemuda adalah agent of change. Namun, kondisi obyektif adalah alasan bagi kehadiran gerakan pemuda sebagai  kekuatan politik alternatif dan strategis.

Cita-cita nasional pemuda bukan untuk dibandingkan dengan cita-cita nasional Soekarno dan kawan-kawan sezaman. Namun, tindakan permanen memperjuangkan martabat ekonomi-politik rakyat di atas dasar kemandirian sejarahnya. Cita-cita pemuda lahir dari dan untuk Perjuangan Semesta mengukuhkan kuasa rakyat atas alat produksi, distribusi, sistem pemerintahan, dan ilmu pengetahuan. Lahir dan didorong oleh kemestian menegoisasikan kembali bangunan sejarah yang sejak awal diwataki oleh hukum-hukum penindasan.

Tindakan itulah yang (akan) membedakan setiap periode perjuangan. Pembeoan pergerakan takkan terjadi selama para pemuda masih percaya, bahwa ia, pergerakan itu sendiri, hanya bisa dibangun sebagai argumentasi pembebasan dengan dan melalui tindakan.

Mengorganisir liatnya mental yang terbentuk dari pengalaman ekonomi-politik selama berada di bawah kolong ketertindasan, dan mengarahkannya sampai derajat yang memungkinkan bagi rakyat menemukan titik ideologis dari pikiran-pikirannya. Kesadaran pokok dari pengalaman-pengalamannya merupakan tugas kebudayaan perjuangan pemuda Indonesia dalam memulihkan martabat sejarah rakyatnya.

Pembudayaan secara revolusioner siasat rakyat mempertahankan hidup di bawah penindasan yang paling maksimal sekalipun, akan mengantarkan rakyat Indonesia pada kesadaran dan tindakan yang lebih utuh dalam memaknai perjuangan. Proses sejarah rakyat mensiasati penindasan harus dihubungkan dengan proses mempersiapkan pembebasan.

Di lapangan ekonomi-politik, perjuangan nasional pemuda haruslah menjadi benteng ekonomi-politik rakyat dari praktik kapitalisme internasional cq. borjuasi nasional yang memiskinkan alam dan membodohkan manusia Indonesia.

Tugas Demokratik Perjuangan Pemuda
Demokrasi adalah sebuah model berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Demokrasi di sini bukan diartikan dalam konteks liberalisasi, melainkan kritisisme di tingkatan massa. Demokrasi, demokratisasi dan perjuangan demokratik bukanlah semata-mata kemunculan banyak partai dan kebebasan vulgar liberalisme, akan tetapi sebuah sikap dan perbuatan yang mana kepentingan dan daulat rakyat bisa terlaksanakan dan struktur penindasan terkuburkan oleh elemen-elemen politik.

Ini artinya, tugas demokratik perjuangan pemuda adalah menciptakan formasi sosial yang sehat lewat penguatan basis produktif berdasar perkembangan mode produksi kapital yang berlangsung dalam masyarakat. Ideologisasi dalam artian penyadaran atas fakta-fakta penindasan, haruslah menjadi kurikulum proses pendidikan massa-sektoral. Di sinilah tugas awal kita, sebuah upaya mempersepsikan masyarakat ke dalam organisasi-organisasi perjuangan. Jika ini berlangsung secara permanen dan konsisten, maka ia akan merumuskan dengan sendirinya formasi politik sebagai manifestasi dari upaya mempersepsikan kekuasaan.

Tugas Kerakyatan Perjuangan Pemuda
Kerakyatan adalah orientasi bagi masyarakat dan pemerintahan yang demokratis. Dalam perspektif masyarakat sipil diartikan bagaimana mendorong kritisisme rakyat terhadap mode produksi dan negara, di mana rakyat mampu memberdayakan dirinya secara pengetahuan, ekonomi dan politik. Sedangkan dalam perspektif masyarakat politik adalah bagaimana kemampuan negara, partai politik, parlemen dan birokrasi untuk selalu menyerap artikulasi dari akar rumput, bukannya sekedar menjadi alat dari borjuasi.

Perjuangan kerakyatan para pemuda adalah mengembalikan apa yang menjadi hak dari buruh dan petani kita. Yang dimaksud dengan Hak adalah kemampuan petani untuk berproduksi kembali melalui kepemilikan tanah produktif oleh petani menggantikan kepemilikan tunggal oleh perusahaan-perusahaan perkebunan besar.  Dan bagi buruh adalah dengan memaksa sang kapitalis merubah manajerial pabrik, dengan kesejahteraan buruh sebagai dasar hubungan produksi yang saling menguntungkan.

Ini menegaskan bahwa pemuda yang hendak memimpin harus memiliki kemampuan strategis yang sesuai dengan logika sejarah dan pembangunan kapasitas ekonomi politik untuk bargaining position dengan “kaum tua” dan dunia internasional. Bukan mereka yang sekadar ingin numpang berkuasa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: